bullyBeberapa hari terakhir ini kita dikejutkan dengan beredarnya video seorang siswi SMP Negeri 4 Binjai yang sedang mem-bully kawan satu sekolahnya. Setelah dia posting di Facebook untuk membuat malu korban, alih-alih membuat malu, banyak netizen yang justru tidak suka dengan tindakannya. Akhirnya banyak komen negatif yang masuk dari para netizen membuat pelaku menghapus video tersebut. Tapi video tersebut terlanjur menyebar dengan cepat, akhirnya pelaku mengatakan bahwa video tersebut hanya main-main. 

Karena justru bully dari para netizen semakin banyak, akhirnya akun FB tersebut ditutup. Kejadian ini membuat dunia pendidikan sangat terpukul. Dan saat ini Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan Kepolisian sedang mendalami kasus ini dan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini.

Mengapa pelaku bully itu mempunyai karakter seperti predator? Untuk anda ketahui bahwa karakter atau sifat seseorang itu dipengaruhi oleh:
1. Pribadi diri sendiri
2. Lingkungan sekitar, yang paling dekat adalah keluarga
3. Teman atau komunitas
4. Informasi (internet, TV, surat kabar, majalah dan lain sebagainya)

Dan dalam hal ini tergantung dari mana yang paling dominan untuk bisa membentuk karakter seseorang.

Sementara itu budaya bullying saat ini banyak sekali terjadi di masyarakat kita yang dulunya anti bullying. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah pelaku bully tidak memikirkan apa yang terjadi pada korban bully di kemudian hari? Tahukah mereka bahwa rasa sakit yang dirasakan korban bully itu masih dirasakan selama bertahun-tahun? Tahukah mereka bahwa derita psikologis akibat bullying itu bisa dirasakan oleh korban bullying selama bertahun-tahun? Bagaimana kalau hal itu terjadi kepada keluarga para pelaku bully? Apakah mereka terima perlakuan itu terhadap keluarganya?
Mulailah saat ini menghentikan aksi bullying. Mari kita kampanyekan anti bully. Mari kita katakan “No” untuk aksi bully.

Dan kepada korban bully, dunia ini bukan tempat untuk meratapi. Stop berkecil hati karena telah di bully. Berkreasilah dan tunjukkan nilai positif yang ada pada dirimu. Ini adalah video dari dua orang anak korban bully yang mengubah kesedihannya akibat korban bully menjadi sesuatu yang positif, dengan mengikuti ajang kompetisi bakat, Britain’s Got Talent di sebuah TV nasional di Inggris hingga mendapatkan golden buzzer dari seorang juri terkenal, Simon Cowell:

18 responses »

  1. setuju bro, ane pernah jadi korban bullly, gaenak banget

  2. CARA.pro says:

    Betul nih.. hentikan praktek pembullyan. klo berlebihan bisa merusak hubungan.

    Lebih baik kita maen permainan tradisonal aja🙂 Cara membuat layangan hias

  3. santrigaul says:

    Saya orangnya nggak suka ngebully orang apalagi ngelihat orang yang dibully, pernah terdetik untuk untuk menolong tetapi saya bukanlah pahlawan kesiangan, saya hanya manusia yang bisa merangkulnya ketika acara bully sudah selesai.

    Memang kasihan korban pembullian itu, entah bercanda atau beneran. Yang pastinya itulah yang menggambarkan karakteristik anak tersebut.

    • Rudy Ho says:

      Beberapa korban bullying memang membutuhkan perhatian dari orang lain untuk membesarkan hatinya untuk tidak kecil hati. Pada akhirnya dia harus menguatkan dirinya bahwa dirinya adalah sosok yang berharga yang tidak pantas untuk di bully. Dengan melakukan kegiatan positif, dia akan merasakan manfaatnya di kemudian hari, sedangkan pelaku bullying adalah sosok loser yang akan terus menjadi pribadi yang loser seandainya pelaku tersebut tidak berhenti melakukan bulying terhadap orang lain.

  4. Gizikita says:

    Sepertinya pengaruh lingkungan terutama adegan-adegan ‘kekerasan’ yang muncul di televisi (dan nahasnya, muncul di acara-acara yang berlabel untuk anak-anak dan remaja) berperan besar terhadap para pelaku bullying ini.

    Semoga kita sebagai orang tua maupun yang memiliki saudara yang masih kecil bisa menjadi garda terdepan dalam mengajarkan betapa buruknya perilaku bulying ini dan bisa berdampak negatif juga bagi pelaku bullying.

    Terima kasih mas artikel yang inspiratif.😀

    Salam.🙂

  5. Sipz sekali, bagaimanapun juga bully ataupun sejenis kritikan lainnya hanya akan membuat hati tergores. Salam kenal mari sebarkan kebaikan academic Indonesia Simplicity

    • Rudy Ho says:

      Iya sebelum kita melontarkan kritikan kepada orang lain, ada baiknya kita pertimbangkan baik buruknya. Kalo banyak baiknya, lakukan dengan bijak, tidak dengan menjelekkan pribadi orang tersebut.. Salam kenal

  6. kuya hejo says:

    jadi inget guru saya. Katanya waktu dia masih skolah dlu, guru b.inggrisnya killer, salah dikit dibully. Hasilnya, sampe dia udah jadi guru masih anti sama pljrn b.inggris, psikisnya kena bgt tuh.

    • Rudy Ho says:

      Tuh kan.. Makanya kita budayakan untuk tidak membully teman, karena kita tidak tahu dampak psikis yang ditimbulkan kepada orang lain..

  7. dari pada saling membuli,, lebih baik ngaca aja,, diri ini blom tentu baik..
    vinz prasetyo

  8. Tebar Pesona says:

    mencoba mengurangi kebiasaan membuly, bro. membully udah jadi kebiasaan dan mendarah daging, hem pergaulan yg salah

  9. kebiasaan membuly itu cuman bikin mental anak bangsa jadi tambah rusak, kasian banget deh bangsa ini klo praktek kayak gini trus berjalan

    • Rudy Ho says:

      Betul sekali, bro.. Mari saling mengingatkan apabila ada praktek bully yang berkembang di masyarakat kita minimal di lingkungan sekitar kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s