rupiahSaya sebetulnya bukanlah ahli dari bidang ekonomi, namun ada hal berkenaan dengan ekonomi yang ingin saya bahas disini. Beberapa hari ini kita dikhawatirkan semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pada dasarnya mata uang kita merupakan salah satu dari beberapa mata uang dunia yang lemah, sehingga mudah berubah karena tekanan perubahan kondisi perekonomian baik dari dalam dan luar negeri.

Penentu perubahan nilai tukar mata uang adalah:
1. Diferensiasi inflasi
2. Diferensiasi suku bunga
3. Defisit neraca berjalan
4. Hutang publik
5. Ketentuan perdagangan
6. Stabilitas Politik dan Kinerja Ekonomi

Beberapa hari lalu Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo sangat PD (percaya diri) neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dan inflasi kuartal III-IV akan positif. Dia mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan saat ini laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global sedang mengalami perlambatan.

Yang harus kita lakukan adalah mempercepat pertumbuhan laju perekonomian dalam negeri kita. Apa yang bisa kita lakukan bersama-sama sebagai rakyat Indonesia:
1. Gunakan mata uang rupiah
2. Belilah produk buatan Indonesia. Sekarang banyak kampanye cintailah produk dalam negeri
3. Kurangi import (kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha)
4. Ramai-ramai menukarkan mata uang asing seperti dolar AS (nggak yakin apakah tindakan ini dapat mempengaruhi perubahan nilai tukar mata uang asing. Hehehe..)
5. Kurangi perjalanan luar negeri, wisata dalam negeri juga banyak yang menarik kok..
6. Dan masih banyak lagi yang kita lakukan untuk membantu dalam menaikkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Nah, bagaimana menurut pendapat anda?

Sementara itu bagaimana dengan mata uang asing Asia lainnya? Apakah juga mengalami penurunan terhadap mata uang asing dari negara maju? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa China sedang melebarkan rentang mata uangnya (currency band) sebesar 2 persen. Hal ini mendapat reaksi negatif dari pasar yang juga berimbas kepada pergerakan rupiah. Mengapa China melakukan hal seperti itu? Tujuannya untuk pelarian modal, meningkatkan daya saing Yuan agar mendorong ekspor dan melindungi investor dalam negeri. Beberapa mata uang yang sudah terdepresiasi cukup besar adalah mata uang Jepang, Korea dan Eropa yang merupakan pesaing dagang utama China.

Sementara itu pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi oleh pembayaran hutang dan deviden yang biasanya marak terjadi pada kuartal II tiap tahunnya. Menurut Mirza Adityaswara (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia) pelemahan Yuan akan bersifat sementara, dia melihat bahwa saat ini rupiah memang undervalued dan menilai bahwa rupiah sudah cukup kompetitif terhadap ekspor manufaktur dan mampu mendorong turis masuk ke Indonesia. Saat ini BI ikut memantau pergerakan rupiah dan akan melakukan intervensi jika sewaktu-waktu diperlukan serta terus-menerus di pasar untuk menjaga volatilitas rupiah.

Sumber:

  1. Liputan 6
  2. CNN Indonesia

4 responses »

  1. sehatisme says:

    Ancur nih rupiah -_-

  2. hikma says:

    semoga ekonomi kita semakin baik.. aamiin

    • Rudy Hermawan says:

      Amien… Selain doa tentunya kita dukung dengan tindakan secara bersama-sama, yaitu gunakan rupiah sebagai alat transaksi, dan beli produk-produk Indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s