Image

Sebentar lagi Pemilihan Presiden Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014. Dan kandidat untuk capres dan cawapres sudah ditentukan, yaitu pasangan Prabowo – Hatta Rajasa dan Jokowi – Jusuf Kalla. Munculnya kedua kandidat pasangan capres dan cawapres ini sebenarnya dikarenakan oleh dua hal kemungkinan, yaitu antara harapan masyarakat Indonesia dan kepentingan oknum-oknum dibalik pencalonan presiden dan wakil presiden.

1. Harapan masyarakat Indonesia
Sejak bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan bangsa lain, yaitu Belanda, Jepang, Portugis dan lainnya, masyarakat Indonesia masih belum merasakan kemerdekaan yang sebenarnya. Mengapa demikian? Karena masyarakat Indonesia belum merasakan kesejahteraan yang masih terenggut. Saya pernah melihat seorang kakek yang sudah tua sambil masih memikul dagangannya, seorang kakek menunggui dagangannya yang kurang laku di pinggiran jalan, ada seorang nenek buta yang harus memanjat pohon untuk memetik buah untuk di jual di pasar dengan harga yang tidak seberapa, anak-anak jalanan berkeliaran di jalanan sambil menjajakan makanan dan minuman ringan, menjual koran dan mengamen di perempatan traffic light dan lain sebagainya. Hal ini tidaklah sesuai dengan UUD 1945 dimana anak-anak dan orang tua mendapatkan perhatian dari pemerintah, bukan di terlantarkan. Selain itu banyak masyarakat Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan, sementara itu sumber daya alam yang seharusnya dikelola oleh Pemerintah Indonesia dan seharusnya diperuntukkan kesejahteraan rakyat Indonesia, malah diambil alih oleh pihak asing. Wajar jika rakyat Indonesia mempunyai harapan kepada pemimpin yang bisa membawa Indonesia yang menjadi lebih baik, dan bukan hanya omongan janji belaka.

2. Kepentingan Oknum-Oknum Dibalik Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden
Sifat manusia adalah merasa tidak puas, sehingga untuk memuaskan hasratnya, sesuatu yang paling cepat adalah menghalalkan segala cara, tanpa peduli orang lain akan menanggung beban atas perbuatannya. Inilah yang mengakibatkan korupsi merajalela, dan rakyat lah yang merasakan penderitaannya. Dan untuk melanggengkan perbuatannya, maka mereka akan mendekati para pemimpin yang pro dengan perbuatan mereka sehingga mereka akan bebas melakukan apa saja termasuk korupsi sampai kapan pun, bahkan menjual aset-aset bangsa Indonesia, yaitu sumber daya alam untuk kepentingan pribadi atau golongan tanpa peduli penderitaan rakyat Indonesia.

Wahai calon manusia setengah dewa, beruntunglah kalian orang-orang pilihan yang akan memimpin bangsa besar. Setiap perkataan kalian akan didengar oleh seluruh dunia. Setiap perkataan kalian, bila bagus akan didengar seluruh umat manusia, bahkan bisa menjadi sebuah gerakan. Oleh karena itu kalian layak disebut sebagai manusia setengah dewa. Lebarkan telinga untuk peka terhadap segala kondisi rakyat, seperti cara Khalifah Umar bin Khattab as untuk mengetahui kondisi umat dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah orang-orang miskin, bukan blusukan ke tempat-tempat hanya untuk pencitraan, tapi tidak ada solusi. Ingatlah bahwa Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan kalian dalam memimpin bangsa. Berlomba-lombalah berbuat kebaikan (fastabiqul khairat) seperti kalian berlomba-lomba untuk menjadi manusia setengah dewa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s