Sudah lama juga saya nggak menulis, sejak melalui hal-hal yang tersulit dalam hidup saya. Alhamdulillah seorang public figure membuat saya mencoba untuk menulis kembali. Thanks Mas Nico Oliver, kunjungi blog-nya ya: http://www.nicooliver.wordpress.com.  Bahwa sangat penting menuangkan pemikiran ke dalam tulisan sehingga orang lain bisa mengetahui apa yang ada dalam benak kita, dan lebih jauh lagi, siapa tahu pemikiran kita bisa menjadi sebuah gerakan untuk menuju sebuah kebaikan.

anak korbanFoto Ilustrasi

Beberapa berita terakhir membuat kita cukup prihatin, yaitu semakin banyaknya tindak kekerasan seksual, mulai dari pelecehan seksual, pemerkosaan, tindakan asusila sodomi terhadap anak di bawah umur dan lain sebagainya. Dan tindakan ini merupakan bentuk tindakan yang berulang-ulang dilakukan oleh pelaku terhadap sejumlah korban, selain itu ada juga seorang siswi yang diperkosa oleh beberapa pemuda, serta tindakan-tindakan asusila yang lain.

Kegeraman saya terhadap para pelaku tindak asusila ternyata tidak saya alami sendiri. Banyak orang yang juga geram, membuat mereka berkomentar pedas di jejaring sosial. Dan saya berpikir, apa yang harus kita lakukan? Dengan hanya berkoar-koar di media sosial tidak akan membuat jera para pelaku. Akhirnya saya menemukan sebuah petisi di change.org, sebuah web untuk membuat petisi. Adalah J Fellma Panjaitan, seorang ibu dari seorang putri yang tergerak hatinya untuk membuat petisi di situs tersebut. Clik link ini untuk menandatangi petisinya —> http://t.co/H6hCSPTKx2

tindakasusilaSalah satu berita tindakan asusila di tanah air

Sampai saat ini yang sudah memberikan tanda tangannya adalah sebanyak 70.000 orang. Dengan pengguna internet di Indonesia yang melampui jutaan tentunya masih jauh dari harapan, dan juga merupakan gambaran betapa kecilnya prosentase orang Indonesia (pengguna internet) yang care terhadap masalah ini. Dengan semakin banyaknya anggota komunitas, akhirnya terbentuklah sebuah komunitas yang dipelopori oleh Jeane Fellma Panjaitan, yaitu Pasukan Jarik. Kenapa dinamakan Pasukan Jarik? Anda masih ingat kain yang digunakan ibu-ibu kita semasa menggendong kita saat kita bayi? Kain yang kebanyakan bermotif batik itulah yang disebut sebagai jarik, simbol dari perlindungan orang tua kepada anak-anaknya. Nah, saatnya kita melindungi generasi penerus kita dengan simbol jarik tersebut, makanya komunitas ini menamakan dirinya sebagai Pasukan Jarik. Pada tanggal 19 Mei 2014, Pasukan Jarik menggelar aksi damai di Bundaran HI untuk menunjukkan dan mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut peduli terhadap keselamatan anak-anak bangsa dari ancaraman pelaku tindakan asusila

pasukan-jarikKunjungi Fan Page http://www.facebook.com/Pasukan Jarik dan twitter: @PasukanJarik

Selain itu Pasukan Jarik juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia tentang pendidikan seksual di dalam lingkungan keluarga, untuk mengurangi bahaya tindakan asusila yang sudah menjadi bencana nasional ini. Kalau tidak dari kita sendiri sebagai anggota keluarga, siapa lagi, dan kalau tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi? Apa menunggu korban hingga berjumlah ratusan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s