Agama Islam adalah agama terakhir yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk menyerukan kepada seluruh umat manusia supaya menyembah kepada Allah SWT, Sang Khaliq (Sang Pencipta), yaitu Tuhan yang patut disembah. Dengan Kitab Suci Al-Qur’an yang merupakan kumpulan dari wahyu Allah SWT disampaikan melalui Malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian Rasulullah mendakwahkan kepada para sahabat. Melalui perjuangan Rasulullah bersama para sahabat, Islam tersebar ke seluruh alam hingga sampai ke kita. Tidak sedikit pengorbanan yang mereka lakukan untuk menyelamatkan umat dari kelalaian dunia. Darah dan keringat yang keluar dari tubuh mereka tidak lagi mereka rasakan. Harta yang mereka keluarkan tidak lagi mereka perhitungkan. Bahkan banyak dari mereka yang syahid, mengorbankan nyawa mereka. Sungguh bukan kerugian yang mereka dapatkan, tapi ganjaran yang sangat besar akan mereka dapatkan di akherat kelak.

Pada zaman Rasulullah, banyak para sahabat yang menghafal Al-Qur’an dan banyak juga yang menuliskannya di kain, batu, dan lainnya. Tanpa adanya asbab pikir dari para sahabat, niscaya sampai sekarang kita tidak akan bisa membaca Al-Qur’an. Sekarang begitu mudahnya kita mendapatkan Al-Qur’an. Dalam firman Allah SWT:
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya
(QS. Al-Hijr:9)
Kata “Nahnu” atau “Kami” maksudnya adalah Allah beserta makhluk ciptaan-Nya berperan dalam menjaga Al-Qur’an. Untuk lebih jelasnnya tentang kata Aku dan Kami dalam Al-Qur’an, silakan di klik http://adiabdullah.wordpress.com/2008/12/02/kata-aku-dan-kami-dalam-al-quran/

Tapi kalau kita lihat sekarang ini, lebih banyak mana orang membaca, koran atau Al-Qur’an? Anak-anak dianjurkan untuk membaca komik daripada diajarkan untuk membaca Al-Qur’an. Para remaja lebih banyak hafal nama-nama artis idola mereka, hafal lirik lagu-lagu cinta sesama makhluk daripada membaca Al-Qur’an, lebih-lebih menghafalnya. Al-Qur’an hanya sebagai pajangan saja, pelengkap koleksi buku-buku di rumah.

Dengan pesatnya kemajuan teknologi sekarang ini membawa banyak dampak kepada seluruh umat manusia, baik itu dampak positif maupun negatif. Melalui televisi, kita bisa mendapatkan banyak informasi, namun kita juga banyak kemudharatan bahkan maksiat melalui televisi. Oleh karena itu para orang tua harus lebih bijak dalam memilih siaran televisi yang berdampak positif pada anak-anaknya. Selain anak-anak, televisi juga membawa dampak yang negatif kepada orang dewasa, yaitu mengubah pola pikir yang cinta akan dunia.

Selain itu internet bisa dijangkau oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bebasnya informasi yang disampaikan melalui internet membuat kita perlu menyaring segala informasi tersebut. Apa filter yang cocok untuk menyaring informasi tersebut?

1. Kuatnya iman dan takwa kita kepada Allah SWT adalah benteng yang paling baik.

2. Menambah amal ibadah kita terutama ibadah sunnah seperti shalat tahajud, dhuha, hajat, taubat, dan juga puasa sunnah senin-kamis, puasa daud, dan lain sebagainya. Dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah kita senantiasa dekat dengan Allah SWT, dengan sendirinya terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh agama.

3. Menjaga tali silaturhiim dengan saudara, kerabat, sahabat sesama muslim.

4. Menghadiri majelis-majelis ilmu untuk mendapatkan tausiyah dan menambah wawasan keilmuan dari para alim ulama.

5. Sering membaca Al-Qur’an.

Pada intinya jangan berikan ruang dan waktu kita untuk hal-hal yang mendatangkan kemudharatan dalam hidup kita.

Wallahu a’lam bishawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s