Kita sering melihat di TV atau membaca berita di surat kabar baik media kertas maupun elektronik tentang maraknya kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air. Dari perkelahian antar kelompok warga, tawuran anak-anak sekolah dari SMP dan SMA, bahkan tawuran antar mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi, yang terjadi di beberapa daerah di tanah air.

Beberapa peristiwa terakhir yang menghiasi surat kabar tanah air saat ini adalah kerusuhan yang terjadi di Ambon, dipicu dengan adanya isu SARA, dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa-siswa SMA dari sebuah SMA favorit di Jakarta, yang melakukan pengeroyokan terhadap beberapa wartawan yang saat itu sedang berdemo di sekolah tersebut, terkait kekerasan di hari sebelumnya terhadap wartawan salah satu TV Swasta.

Dari peristiwa-peristiwa terakhir tersebut diatas, dikatakan adanya unsur provokasi, karena beberapa saksi melihat adanya beberapa orang yang memprovokasi untuk melakukan penyerangan di peristiwa-peristiwa tersebut diatas.

Namun terlepas adanya provokasi atau tidak, seharusnya masing-masing pihak bisa mengendalikan emosinya. Mereka harusnya sadar bahwa kekerasan merupakan tindakan kriminal. Seorang intelektual seharusnya menghindari terjadinya tindakan kriminal, namun lebih menonjolkan akal pikiran dalam berargumentasi daripada menonjolkan kekuatan.

Mengapa sekarang bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tidak ramah? Mengapa sekarang bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih mencintai kerusuhan daripada kedamaian? Mengapa bangsa Indonesia sekarang menjadi bangsa yang cepat marah dan cepat tersulut emosinya? Mengapa bangsa Indonesia sekarang menjadi bangsa kurang senyum? Mengapa bangsa Indonesia sekarang menjauhi musyawarah untuk mufakat?

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak saya. Saya jadi teringat beberapa waktu lalu ketika saya masih kecil, dimana saya berharap untuk cepat menjadi dewasa karena ingin seperti orang-orang dewasa saat itu. Ingin segera dapat menyumbangkan buah pemikiran untuk orang banyak, ingin menjadi bagian yang bisa dibanggakan sebagai orang Indonesia, karena bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang besar, dimana rakyatnya ramah tamah, saling hormat-menghormati, tepa slira, saling tolong-menolong kepada sesama tanpa memandang suku, ras dan agama.

Namun melihat kenyataan yang ada didepan mata sekarang ini, saya justru ingin kembali menjadi anak-anak, yang tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s