JAKARTA – Aksi menuntut Nurdin Halid mundur dari posisi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), serta menolak pencalonannya kembali untuk periode 2011-2015, terus bergulir. Demonstrasi kemarin terjadi di Jakarta dan berbagai daerah. PSSI tandingan pun dideklarasikan di Surabaya.

Di Jakarta, suporter berdemo di kantor PSSI di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Berbeda dengan sehari sebelumnya yang hanya diikuti ratusan suporter Boromania, aksi kali ini lebih besar.

Para pendemo datang bergelombang sejak siang hingga mencapai sekitar 2.000 orang pada sore hari. Mereka berasal dari berbagai kelompok suporter, seperti Jakmania, Panser Biru, Slemania, Pusamania, Singa Mania, dan Aliansi Suporter Indonesia. Juga ada aktivis dari ICW, Kontras, dan sejumlah alumnus gerakan 98.

Mereka terus menuntut Nurdin Halid turun. Sebagian lainnya mengusung keranda serta menaburkan bunga mawar merah di halaman kantor PSSI. “Ini simbol matinya demokrasi di sepak bola,” kata koordinator Jakmania, Larico Ranggamone.

Puncak aksi ditandai pemasangan spanduk bertulisan “Revolusi PSSI Harga Mati”. Spanduk berukuran 10 x 5 meter itu dibentangkan menutupi pintu masuk. Sebelumnya, mereka menggembok pintu kantor PSSI. Di situ dipasang poster bertulisan “Gedung Rezim Mafia Bola-Judi-Korupssi. Disegel oleh Masyarakat Sepak Bola Indonesia. Revolusi Merah Putih 23 Februari 2011”.

Aksi serupa akan kembali digelar hari ini. Sejumlah suporter, termasuk Boromania, akan pulang. Tapi akan datang suporter lain, termasuk suporter Bonek, pendukung Persebaya.

Sangap Surbakti, mantan pemain Persija junior yang ikut dalam aksi, menilai gerakan ini hanya awal dari upaya perubahan dalam PSSI. “Nurdin Halid hanya bisa dilawan dengan gerakan terorganisasi,” katanya.

Demonstrasi menentang Nurdin Halid, yang sudah menjabat dua periode, mulai merebak di berbagai daerah sejak Senin lalu. Keputusan Komite Pemilihan PSSI meloloskan Nurdin sebagai calon ketua umum periode 2011-2015, bersama Nirwan D. Bakrie, wakil ketua saat ini, jadi pemicunya. Terutama karena, pada saat yang sama, Komite juga mencoret nama George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Max Sopacua, Wakil Ketua Masyarakat Pengawas Sepak Bola Indonesia (MPSI) yang baru dibentuk, menilai ada penyelewengan oleh Nurdin sehingga calon ketua lainnya tersingkir. “Itu tidak boleh terjadi dalam dunia yang penuh sportivitas,” katanya.

Demonstrasi menolak Nurdin kemarin juga marak di berbagai daerah dengan cara unik. Di Solo, ada boneka dengan foto Nurdin diseret-seret becak. Di Bandung, puluhan suporter Viking berdemo di kebun binatang. Foto Nurdin pun sempat disobek-sobek oleh orang utan.

Ancaman membentuk PSSI tandingan kemarin juga mulai diwujudkan. Di Surabaya, 45 orang mendeklarasikan berdirinya PSSI Jawa Timur tandingan. Menurut juru bicara deklarator, Tri Prakoso, langkah itu wujud ketidakpercayaan masyarakat kepada PSSI.

http://korantempo.com/korantempo/koran/2011/02/24/headline/krn.20110224.228087.id.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s