Telah lama berbagai suku, agama dan ras hidup berdampingan di negeri tercinta ini, mulai dari nenek moyang hingga sampai saat ini. Namun beberapa hari terakhir ini kita dikejutkan oleh kerusuhan yang terjadi di Pandeglang dan Temanggung, dengan latar belakang agama.

Di Pandeglang sejumlah warga menyerbu wilayah umat Ahmadiyah, dan mengakibatkan kematian tiga jamaah Ahmadiyah. Sedangkan di Tumenggung, ratusan orang berusaha untuk masuk ke dalam persidangan yang sedang berlangsung untuk mengadili orang berinisial ARS (50) yang didakwa melakukan penistaan agama.

Keputusan pengadilan yang memvonis ARS dengan kurungan penjara selama 5 tahun dianggap terlalu sedikit, membuat sejumlah orang yang kurang puas menuntut untuk hukuman mati. Karena tidak diperbolehkan masuk oleh kepolisian, ratusan orang yang berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tumenggung melakukan perbuatan anarkis dengan melemparkan batu, membakar sejumlah kendaraan bahkan melakukan pembakaran terhadap tempat ibadah. Beberapa polisi yang berada di tempat kejadian tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menyaksikan saja, hal ini terekam dalam video berita yang disiarkan di sejumlah TV swasta di Indonesia.

Perbuatan anarkis yang dilakukan oleh sejumlah orang tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Di dalam negeri sendiri beberapa tokoh agama baik dari kalangan Islam (NU dan Muhammadiyah) dan Kristen Katholik juga memberikan pandangan dan menghimbau kepada seluruh umat beragama supaya tidak terprovokasi supaya tidak meluas.

Keberagaman Suku, Agama dan Ras di Indonesia

Sudah kita ketahui bersama bahwa di Indonesia sudah sejak lama terbina kerukunan umat beragama yang dijalin sejak dulu sampai sekarang. Tapi kenapa bangsa Indonesia ini begitu mudahnya terprovokasi?

Beberapa sebab yang memungkinkan terjadinya hal tersebut adalah:
1. Adanya peng-kotakan baik itu hubungan kesamaan suku, agama dan atau ras.
2. Kehidupan sosial ekonomi yang tidak berimbang berdasarkan peng-kotakan tersebut.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan moral dan hukum sehingga banyak masyarakat yang memberikan justifikasi berdasarkan adat dan agama (tanpa menciutkan pentingnya hukum dalam masing-masing agama).
4. Kurang berimbangnya media informasi sehingga membuat masyarakat melihat sebuah informasi hanya dari satu sisi saja.
5. (Silakan pembaca tambahkan lagi)

Dari sumber permasalahan yang disebut diatas, dapat kita pahami bahwa dengan keberagaman yang terjadi di negara kita (dari daerah sampai pusat) sangat rentan sekali terjadi gesekan yang menimbulkan perpecahan yang merugikan berbagai pihak. Oleh karena itu mari kita jaga kerukunan antar umat beragama, antar suku dan ras, sehingga tercipta keamanan dan perdamaian di negeri tercinta kita ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s