Seperti kita ketahui bersama bahwa kerusuhan sedang melanda negara Mesir terkait adanya demonstrasi besar-besaran yang menuntut Presiden Husni Mubarak untuk turun jabatan. Dan lusa (Selasa, tanggal 2 Februari 2011) telah terjadi bentrokan massa antara pro pemerintah dan anti pemerintah yang telah memakan belasan korban jiwa dan ribuan lainnya mengalami luka.

Sedangkan sehari sebelumnya telah terjadi demonstrasi besar-besaran hingga diperkirakan sekitar lebih dari dua juta orang berpartisipasi dalam demonstrasi yang dilakukan di Tahrir Square, Kairo, Mesir. Sementara itu beberapa hari sebelumnya terjadi bentrokan antara tentara militer dengan pendemo anti pemerintah yang mengakibatkan timbulnya ratusan korban jiwa.

Banyak negara yang mengevakuasi warga negaranya dari Mesir, diantaranya adalah Amerika, Jepang, negara-negara Eropa, Indonesia dan lainnya. Jumlah WNI yang tinggal di Mesir diperkirakan berjumlah lebih dari 6000 orang, dan sudah beberapa kloter dengan jumlah 400-an sudah berhasil di evakuasi sampai pada saat ini.

Jurnalis menjadi target

Presiden Barack Obama menyampaikan seruannya kepada Presiden Husni Mubarak dan meminta untuk mundur. Seruan ini juga dikeluarkan oleh banyak pemimpin negara di seluruh dunia demi tercitanya keamanan dan stabilitas negara Mesir. Sementara PBB melalui UNESCO mengkhawatirkan kerusakan situs-situs atau museum-museum bersejarah karena menyimpan banyak sejarah yang berusia ribuan tahun akibat kekacauan di negara tersebut.

Ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa adanya penangkapan beberapa jurnalis asing dan perampasan kamera terjadi di Kairo, Mesir.  Dari beberapa penangkapan tersebut adalah koresponden dari New York Times, Washington Post dan Al Jazeera.  Commitee to Protect Journalist (CPJ) mengatakan sampai pada hari Kamis kemarin tercatat 24 penangkapan jurnalis, 21 penyergapan dan 5 kasus perampasan peralatan jurnalis.

Beberapa orang yang marah membajak sebuah mobil milik ABC news dan mengancam akan memenggal kepala kru-nya. Namun kru tersebut membiarkan mereka mengambilnya.

Al Jazeera melaporkan bahwa tiga jurnalisnya ditangkap, empat jurnalis diserang dan beberapa lainnya dinyatakan hilang. Hari Kamis malam jurnalis yang ditangkap dibebaskan.
Channel yang merupakan wewenang Mesir dituduh mendukung pendemo, mengatakan bahwa peralatannya dicuri dan dihancurkan, sementara itu sinyal siarannya diganggu sampai di dunia Arab.

CPJ mengatakan bahwa pada hari Rabu kekerasan terhadap jurnalisme merupakan bagian dari serangkaian serangan yang terjadi dan memanggil militer Mesir untuk memberikan perlindungan terhadap para reporter.

Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk adanya serangan terhadap jurnalis yang terjadi di Mesir. Menurut Hillary Clinton, serangan terhadap wartawan atau jurnalis melanggar kebebasan pers dan tidak dapat diterima. Adalah tanggung jawab pemerintah Mesir, termasuk militer untuk melindungi mereka yang diancam dan bertanggung jawab terhadap yang diserang atau ditangkap, sambungnya.

Shahira Amin, wartawan atau jurnalis senior dari Nile Television, sebuah jaringan milik pemerintah, pada hari Rabu menyatakan kekesalannya karena adanya pernyataan untuk tidak membolehkan TV menyiarkan demonstrasi dan bentrokan yang terjadi di Tahrir Square.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s