Apakah kesempatan itu harus ditunggu? Atau dikejar dan dicari?

Saya amat terkesan dengan sebuah pepatah Swedia: Tuhan memberi seekor cacing bagi tiap ekor burung. Tapi, Dia tidak melemparkan cacing itu ke dalam sarang.

Burung tidak pernah mati kelaparan. Ia tahu dimana ada cacing, dan disitulah dia bertahan hidup.

Jika cacing sudah tak cukup, mereka bermigrasi, membuat sarang di tempat lainyang lebih layak.

Kita manusia seperti burung-burung itu. Selalu ada “cacing rejeki” untuk kita. Tuhan sudah menyediakannya. Kita harus mencarinya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s