Kesempatan itu seperti pintu. Ketika terbuka, segeralah masuki. Kita kadang perlu mengetuki pintu itu lama, sampai terbuka.

“Ketika sebuah pintu tertutup, pintu-pintu lain terbuka, tapi kita seringkali menunggu terlalu lama, menyesali pintu yang tertutup, dan tak sadar ada banyak pintu lain terbuka untuk kita,” kata Alexander Graham Bell.

Atau kalau mau, kita bisa membangun pintu kita sendiri, untuk kita masuki sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s